Home / Politik / Eforia Reformasi Membuat Pancasila Terlupakan – BeritaSatu

Eforia Reformasi Membuat Pancasila Terlupakan – BeritaSatu

Lambang Burung Garuda. Eforia Reformasi Membuat Pancasila Terlupakan

Lambang Burung Garuda. (Antara)

Jakarta – Eforia reformasi tahun 1998 menyebabkan pengamalan dan penghayatan terhadap Pancasila terlupakan. Hadirnya era kebebasan pada masa reformasi menjadi lonceng mati suri terhadap penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan tokoh muda Nahdhatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi dalam seminar bertema Pancasila dan Krisis Kebangsaan Indonesia di Jakarta, Sabtu (3/6).

Ia menjelaskan terbukanya kebebasan pada era reformasi membuat masyarakat terbuai dan mabuk kepa‎yang. Sampai-sampai kebebasan tanpa kendali dan tanpa batas.

Dia menyadari kondisi itu terjadi akibat pengekangan dan pembatasan yang dilakukan rezim Orde Baru. Rezim Orde Baru membuat masyarakat Indonesia terbelenggu kebebasannya sehingga tidak mudah mengemukakan pendapat dan berekspresi.

Namun konsekuensi dari keterbukaan yang berlebihan pada era reformasi membuat ‎segala hal yang berbau lama, termasuk Pancasila dipinggirkan. Pancasila menjadi nomor kesekian untuk pembangunan bangsa. Sementara yang pertama dan utama adalah kebebasan sebebas-bebasnya. Padahal, Pancasila adalah dasar dan pedoman bangsa ini dalam berbangsa dan bernegara.

"Ini tidak boleh kita teruskan. Mari kita kembali menjadikan Pancasila sebagai bahasa sehari-hari kita. Pancasila sebagai laku dan pedoman kita setiap hari," tutur Zuhairi.

Menurutnya, bangsa ini patut bersyukur karena memiliki Pancasila. Dengan Pancasila, semua elemen bangsa bisa bersatu. Pancasila sebagai simbol dan perekat kebinekaan.

Dalam Pancasila juga terkandung sikap toleransi, saling mengormati dan saling gotong-royong.

"Bisa dibayangkan kalau Pancasila tidak ada atau terlupakan. Bisa cerai-berai kita. Maka saatnya kita kembali ke Pancasila. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan itu. Kita semua harus kembali seperti masa lalu yaitu menjadikan Pancasila sebagai keseharian kita," tutup Zuhairi.

Sementara Rektor Universitas Satya Wacana John Titaley yang juga sebagai pembicara dalam seminar tersebut mengemukakan sejak awal kelahirannya, Pancasila mewakili semua komponen masyarakat bangsa ini. Pancsila juga mewakili tiga ideologi besar bangsa ini yaitu paham nasionalisme, sosialisme, dan Islamisme. Dengan dasar seperti itu maka semua sudah terwujud dalam Pancasila. Karena itu, tidak perlu lagi diperdebatakan, apalagi diganti ideologi lain sebagai dasar negara.

"Pancasila itu sudah konsep yang sempurna dan paling baik untuk bangsa ini. Mari kita rawat bersama. Mari kita jaga bersama supaya bangsa ini tetap kokoh dan utuh," ujar John.

Suara Pembaruan

Robertus Wardi/PCN

Suara Pembaruan

Sumber: Google News

About Redaksi

Check Also

Partai Golkar Siapkan Mesin Politik Jika Ditinggal Setnov – CNN Indonesia

Sumber: Google News Related