Home / Politik / Gus Yusuf: Pancasila Hadiah dari Allah untuk Indonesia – m.beritasatu.com

Gus Yusuf: Pancasila Hadiah dari Allah untuk Indonesia – m.beritasatu.com

Pengasuh Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf). Gus Yusuf: Pancasila Hadiah dari Allah untuk Indonesia

Pengasuh Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf). (Suara Pembaruan)

Jakarta – Indonesia adalah bangsa yang beragam suku, agama, budaya, adat istiadat, dan ras. Indonesia juga menjadi rumah besar bagi seluruh umat beragama. Dari kondisi itu, lahirlah Pancasila yang merupakan pemikiran para pendiri bangsa, terutama Ir Soekarno (Bung Karno). Oleh karena itu, Pancasila merupakan hadiah terindah dari Allah untuk seluruh rakyat Indonesia.

Pandangan itu disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf saat berbincang-bincang dengan BeritaSatu.com di gedung Berita Satu Plaza, Jakarta, Rabu (31/5).

"Pancasila itu merupakan hasil pemikiran-pemikiran para pendiri bangsa kita yang di dalamnya juga tentu ada para ulama yang ikut menyepakati pancasila. Para Ulama melihat bahwa Indonesia ini negara yang beragam, khususnya ulama NUl yang melihat Indonesia ini majemuk," ujarnya.

Dikatakan, memang pendiri Indonesia mayoritas umat Islam. Tetapi, tidak sedikit pula warga negara yang beragama lain ikut mendirikan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kondisi seperti itu, kata Gus Yusuf, tidak bisa dinafikan oleh seluruh elemen bangsa saat ini. Indonesia harus menjadi rumah besar bagi seluruh umat beragama. Indonesia harus menjadi milik kita bersama.

"Maka, dibutuhkan satu pengikat. Satu konsensus. Tidak mungkin kita diikat dengan satu agama Nah, dari pemikiran-pemikiran itu, saya melihat bahwa Allah menghadiahi bangsa Indonesia dengan yang namanya Pancasila. Pancasila itu hadiah dari Allah," ujarnya.

Tokoh agama kelahiran 9 Juli 1973 itu mengattakan, nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila itu sebetulnya bersumber dari nilai-nilai keagamaan secara universal. "Contohnya, sila Ketuhanan yang Maha Esa. Saya yakin semua agama pasti akan menerima itu. Di Islam ada. Itu nilai keislaman. Di agama lain juga pasti akan menerima itu," ujarnya.

Contoh lainnya adalah sila Persatuan Indonesia. Islam, kata Gus Yusuf, sangat menekankan ditekankan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathaniyah (rasa persaudaraan ddan persatuan, Red).

"Kalau berbicara tentang persatuan, Islam juga menganjurkan itu. Lalu, tentang keadilan juga banyak sekali ayat-ayat dalam Alquran. Jadi, Pancasila itu sudah senafas dengan nilai-nilai keislaman. Saya yakin, nilai-nilai seperti itu juga ada di agama-agama lain," ujarnya.

Dia menegaskan, Pancasila menjadi satu ikatan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia yang sangat beragam. Untuk itu, dia mengingatkan agar Pancasila dan Islam tidak perlu dipertentangkan.

Asni Ovier/Willy Masaharu/AO

BeritaSatu.com

Sumber: Google News

About Redaksi

Check Also

Tahun Politik, Istana: Penghematan Anggaran 2018 Perlu Dilakukan – Okezone

Home Economy Fiskal & moneter Senin, 24 Juli 2017 – 15:29 wib Tahun Politik, Istana: …