Home / Indonesia / Indonesia Kampanyekan Diplomasi Nuklir di Konferensi IAEA di Wina – Detikcom

Indonesia Kampanyekan Diplomasi Nuklir di Konferensi IAEA di Wina – Detikcom

Rabu 31 Mei 2017, 05:00 WIB Indonesia Kampanyekan Diplomasi Nuklir di Konferensi IAEA di Wina Rivki – detikNews Indonesia Kampanyekan Diplomasi Nuklir di Konferensi IAEA di WinaFoto: Indonesia Kampanyekan Diplomasi Nuklir di Konferensi IAEA di Wina (dok KBRI Wina) Jakarta – Indonesia terus berupaya membumikan diplomasi nuklir di forum internasional agar kerja sama di bidang nuklir dapat memberi manfaat konkret bagi rakyat dunia. Indonesia selalu mengedepankan diplomasi damai lewat teknologi nuklir untuk tujuan kesehatan, pertanian dan lingkungan.
Hal itu dikatakan oleh Duta Besar/Watapri Wina Darmansjah Djumala saat mendampingi Delegasi RI yang dipimpin oleh Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir dalam konferensi International Atomic Energy Agency (IAEA) dengan anggota dari unsur Kemenristek, Kemenkes, BATAN, BAPETTEN, RS Dharmais dan KBRI/PTRI Wina.
Seiring dengan meningkatnya kemampuan nasional di bidang IPTEK nuklir, sejak tahun 2012 Indonesia telah mengambil posisi sebagai negara donor membantu negara-negara lain di bidang teknologi nuklir untuk tujuan damai di kawasan, baik dalam kerangka kontribusi Peaceful Uses Initiatives, maupun dalam kerangka kerja sama Selatan-Selatan melalui Regional Capacity Building Initiative (RCBI) yang diinisiasi Indonesia sejak tahun 2015.
"Selain itu, Indonesia bahkan telah memberikan bantuan untuk modernisasi laboratorium aplikasi nuklir IAEA yang berlokasi di Seibersdorf dalam upaya memperkuat kerjasama dalam pengembangan riset dan peningkatan kapasitas," ujar Darmansjah Djumala dalam siaran pers KBRI Wina, kepada detikcom, Rabu (31/5/2017).
Pada pertemuan tersebut, Dubes Djumala menyampaikan masukan kepada Direktur Jenderal IAEA tentang fokus kerja sama yang perlu ditingkatkan ke depan dalam kerangka kerjasama teknis Indonesia-IAEA, yakni di bidang pangan dan pertanian, kesehatan, program pendidikan dan peningkatan kesadaran publik terkait penggunaan nuklir untuk tujuan damai serta peningkatan keterwakilan staf WNI di Sekretariat IAEA. Program-program tersebut bersifat tangible, konkret dan langsung bermanfaat bagi rakyat, serta tentunya mendorong capaian IAEA dalam kerangka SDGs ke depannya.
Menurut Menristek Dikti M Nasir, semenjak berpartisipasi dalam program kerja sama teknis IAEA pada tahun 1959, Indonesia telah menerima berbagai manfaat. Dua diantaranya yang menjadi keunggulan Indonesia adalah kapasitas di bidang pemuliaan tanaman yakni varietas unggul beras, kedelai dan sorgum, dan aplikasi IPTEK nuklir untuk kesehatan, yakni alat renograf untuk analisa fungsi ginjal. Kedua program unggulan tersebut dipamerkan di side event di sela-sela Konferensi di dua booth Indonesia yang berada di lokasi konferensi dan diresmikan oleh Menristek Dikti.
Terkait pemberian bantuan ke Seibersdorf, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi didampingi Wakil Tetap RI untuk IAEA, Duta Besar Dr. Darmansjah Djumala bersama Delegasi RI, juga berkesempatan mengunjungi laboratorium Seibersdorf tersebut untuk memantau secara langsung perkembangan proyek modernisasi laboratorium. Kunjungan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk evaluasi lebih lanjut potensi kerja sama antara laboratorium Seibersdorf dengan institusi-institusi terkait di dalam negeri khususnya di bidang kesehatan, pertanian, dan lingkungan hidup.

  • Indonesia Kampanyekan Diplomasi Nuklir di Konferensi IAEA di Wina Foto: Indonesia Kampanyekan Diplomasi Nuklir di Konferensi IAEA di Wina (dok KBRI Wina)
  • Indonesia Kampanyekan Diplomasi Nuklir di Konferensi IAEA di Wina Foto: Indonesia Kampanyekan Diplomasi Nuklir di Konferensi IAEA di Wina (dok KBRI Wina)

(rvk/yld)Sumber: Google News

About Redaksi

Check Also

Presiden PKS: Kami Ingin Jadikan Jakarta Seperti Istanbul – Detikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran)

Selasa 25 Juli 2017, 13:27 WIB Presiden PKS: Kami Ingin Jadikan Jakarta Seperti Istanbul Yulida …