Home / Politik / Ini Kata Politisi PKB soal Jokowi-JK yang Berbeda Pandangan Politik – KOMPAS.com

Ini Kata Politisi PKB soal Jokowi-JK yang Berbeda Pandangan Politik – KOMPAS.com

Dok. Pribadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan

JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai kondusivitas sangat perlu dijaga, menyusul kondisi kebangsaan yang saat ini dinilai memprihatinkan.

Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan menuturkan, kondusivitas pemerintahan juga penting untuk dijaga, sekalipun Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbeda pandangan politik dalam konteks Pilkada DKI Jakarta.

Daniel pun mengapresiasi pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa kepala negara sekaligus kepala pemerintahan itu bersikap netral.

"Tentu sangat dibutuhkan (jaga kondusivitas). Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan tertinggi memiliki magnet yang begitu kuat," kata Daniel melalui pesan singkat, Jumat (26/5/2017).

Ia menambahkan, kondisi kebangsaan haruslah menjadi hal utama yang dipikirkan. Hal itu sesuai dengan perintah dari seribu kiai sepuh kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pada forum Musyawarah Kubro Ulama di Sidoardjo, Kamis (25/5/2017) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, para kiai menekankan pentingnya menyampaikan Islam yang saling menghargai dan menghormati perbedaan.

"Itu yang menjadi perhatian kiai sepuh kepada PKB," kata wakil ketua Komisi IV DPR RI Itu.

Menurut Daniel, tak menutup kemungkinan, hal yang terjadi di Pilkada DKI, seperti masalah polarisasi, akan terulang di daerah-daerah lainnya jelang Pilkada 2018.

Oleh karena itu, kata Daniel, masyarakat didorong untuk belajar dari kondisi yang tak kondusif selama proses Pilkada DKI Jakarta berlangsung.

"Kita harus dorong masyarakat semakin dewasa dan belajar banyak dari proses Pilkada DKI," ucap Daniel.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo angkat bicara soal perbedaan pandangan politik antara dirinya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di dalam Pilkada DKI Jakarta.

Jokowi mengakui bahwa dirinya dan sang wakil berbeda pandangan politik dalam pesta demokrasi rakyat Ibu Kota tersebut.

Presiden Jokowi dengan tegas memosisikan diri tidak memihak ke pasangan calon mana pun. Sementara, JK memilih untuk mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

(Baca juga: Jokowi Akui Beda Pandangan dengan JK di Pilkada DKI, tetapi Tetap Akur)

Meski begitu, Jokowi menyadari banyak pihak yang tidak percaya bahwa dirinya netral dan berdiri di atas semua golongan di dalam Pilkada DKI Jakarta.

"Banyak orang yang enggak percaya. Bolak-balik saya sampaikan bahwa di wilayah praktis seperti pemilihan gubernur, pemilihan wali kota dan bupati, saya ingin betul-betul berada netral. Apalagi sampai intervensi-intervensi. Saya sampaikan tidak," ujar Jokowi dalam acara "Jokowi di Rosi" di Kompas TV, Kamis (25/5/2017).

"Banyak yang tidak percaya. Banyak yang enggak percaya. Tetapi sekali lagi yang kita lihat sekarang ini ya seperti apa adanya. Tidak hanya di DKI, di daerah lain juga sama (Jokowi tidak intervensi)," kata dia.

(Baca juga: Jokowi: Jangan Sampai Pilkada Berikutnya Ada Isu SARA)

Kompas TV Di sela-sela talkshow antara Presiden Joko Widodo dan Rosianna Silalahi, keduanya juga membuat vlog bersama. Berita TerkaitJokowi: Pilgubnya Kan Sudah Selesai…Jokowi: Jangan Sampai Pilkada Berikutnya Ada Isu SARAJokowi-JK Berbeda Pandangan Politik di Pilkada DKI, Ini Kata Ketum PANKomentar PDI-P soal Perbedaan Pandangan Politik Jokowi-JKJokowi Bingung Pakai Alat "Nge-Vlog" Canggih Terkini Lainnya Tim Anies-Sandi Usulkan 529 Tema dengan 3 Ribu Kegiatan Tim Anies-Sandi Usulkan 529 Tema dengan 3 Ribu Kegiatan Megapolitan 29/05/2017, 18:39 WIB Divonis 3 Tahun, Penulis 'Jokowi Undercover' Tuding Ada Mafia Pengadilan Divonis 3 Tahun, Penulis "Jokowi Undercover" Tuding Ada Mafia Pengadilan Regional 29/05/2017, 18:37 WIB Tim Sinkronisasi Yakin Program Anies-Sandi Masuk APBD-P 2017 Tim Sinkronisasi Yakin Program Anies-Sandi Masuk APBD-P 2017 Megapolitan 29/05/2017, 18:35 WIB Apa Kabar Presiden Buhari? Peringatan 2 Tahun Berkuasa Pun Dilewatkan Apa Kabar Presiden Buhari? Peringatan 2 Tahun Berkuasa Pun Dilewatkan Internasional 29/05/2017, 18:32 WIB Tim Pembela Ulama dan Aktivis Dibentuk Usai Rizieq Jadi Tersangka Tim Pembela Ulama dan Aktivis Dibentuk Usai Rizieq Jadi Tersangka Megapolitan 29/05/2017, 18:32 WIB Mantan Dirjen Dukcapil: Demi Allah, Saya Ini Kan Lagi Puasa Mantan Dirjen Dukcapil: Demi Allah, Saya Ini Kan Lagi Puasa Nasional 29/05/2017, 18:30 WIB Gedung Lembaga Eijkman, Lorong Waktu Biologi Molekuler Gedung Lembaga Eijkman, Lorong Waktu Biologi Molekuler Megapolitan 29/05/2017, 18:30 WIB Mendagri Tegaskan RUU Pemilu Tak Persulit Calon Tunggal Mendagri Tegaskan RUU Pemilu Tak Persulit Calon Tunggal Nasional 29/05/2017, 18:28 WIB Jokowi Minta Pencegahan Terorisme Dilakukan di Sekolah hingga Medsos Jokowi Minta Pencegahan Terorisme Dilakukan di Sekolah hingga Medsos Nasional 29/05/2017, 18:28 WIB Dilaporkan Jusuf Kalla, Ketum Solmet Sebut Ucapannya Bentuk Kegalauan Dilaporkan Jusuf Kalla, Ketum Solmet Sebut Ucapannya Bentuk Kegalauan Nasional 29/05/2017, 18:10 WIB Benarkah Kelompok Teroris Maute Telah Kuasai Kota Marawi? Benarkah Kelompok Teroris Maute Telah Kuasai Kota Marawi? Internasional 29/05/2017, 18:08 WIB Geledah Kios 'Laundry' di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Kelereng dan Buku Geledah Kios "Laundry" di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Kelereng dan Buku Regional 29/05/2017, 18:05 WIB Rindu Jalur Puncak Nyaman Rindu Jalur Puncak Nyaman Megapolitan 29/05/2017, 18:00 WIB Jokowi Minta TNI Dilibatkan dalam Penanggulangan Terorisme Jokowi Minta TNI Dilibatkan dalam Penanggulangan Terorisme Nasional 29/05/2017, 17:56 WIB Ini Alasan Responden Pilih Jokowi dan Prabowo Versi Survei 'Kompas' Ini Alasan Responden Pilih Jokowi dan Prabowo Versi Survei 'Kompas' Nasional 29/05/2017, 17:55 WIB Load MoreSumber: Google News

About Redaksi

Check Also

OSO: Anggota MPR Harus Mengedepankan Politik Kebangsaan – RMOL.CO (Siaran Pers)

Babel Banten Bengkulu Jabar Jakarta Jateng Jatim Kalbar Kalteng Papua Sumbar Sumsel Sumut RMTV News …