Home / Teknologi / Ini Teknologi yang Dipakai BMKG untuk Memburu Hilal – BeritaSatu

Ini Teknologi yang Dipakai BMKG untuk Memburu Hilal – BeritaSatu

Teleskop Vixen ED-103S+Sphinx SXW yang digunakan oleh Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk observasi hilal 1 Ramadhan 1438H. Ini Teknologi yang Dipakai BMKG untuk Memburu Hilal

Teleskop Vixen ED-103S+Sphinx SXW yang digunakan oleh Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk observasi hilal 1 Ramadhan 1438H. (Herman/ Beritasatu.com)

Jakarta – Untuk meningkatkan pemahaman penentuan Hari Besar Islam di Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan kegiatan “Observasi Hilal 1 Ramadhan 1438H” di 23 lokasi pengamatan.

Dalam observasi untuk memburu hilal, peralatan yang digunakan oleh BMKG adalah Teleskop Vixen VC200L+Sphinx SXD dan Vixen ED-103S+Sphinx SXW. Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam Kalender Islam. Sementara Hilal 1 Ramadhan 1438 H merupakan penanda masuknya bulan suci Ramadan dalam kalender Islam.‬

"Untuk observasi ini, kita menggunakan dua teleskop yang paling mutakhir dari Vixen. Teleskop ini juga sudah memiliki star tracking (pelacak bintang) yang otomatis mengikuti gerak matahari dan bulan, jadi tidak perlu repot-repot memantau pergerakannya," papar Kepala Sub Bidang Analisis Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Suaidi Ahadi, di gedung BMKG Pusat, Jakarta, Jumat (26/5).

Untuk Vixen VC200L+Sphinx SXD, teleskop ini memiliki spesifikasi aperture 200mm, focal ratio f/9.0, focal length 1800mm, dan tube length 23,6 inci atau 600mm. Sementara untuk Vixen ED-103S+Sphinx SXW, spesifikasinya antara lain aperture 103mm, focal length 795mm, focal ratio f/7.7, optical tube length 31,8 inci (585mm), dan optical tube diameter 4,5 inci (115mm).

Selain kedua teleskop tersebut, peralatan pendukung lainnya untuk meng-capture hilal antara lain Kamera DLSR Cannon tipe EOS 500D, Detector Prime Focus, Kompas Brunton, GPS Garmin 76cCSX, Baffle Tabung serta program pemrosesan citra Hilal berupa Astro Photography Tools (APT) V. 3.31, Adobe Photoshop CS6/ Photoscape, Splitcam, Manycam dan Adobe Flash Media.‬

"Karena hilal itu sangat tipis, kita juga menggunakan teknologi image processing. Jadi setelah hilalnya ditangkap dan di-capture, kita akan melakukan proses manipulasi warna untuk mengaktifkan warna hilal," Jelas Suaidi.

Herman/HA

BeritaSatu.com

Sumber: Google News

About Redaksi

Check Also

Buwas Akui Teknologi untuk Berantas Narkoba Kurang Memadai – Kumparan.com (Siaran Pers) (Pendaftaran) (Blog)

Rilis narkotika sabu seberat 10,53 kg di BNN. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan) Badan Narkotika Nasional dan …