Home / Politik / Komarudin Watubun: Rakyat Butuh Ketauladanan dari Para Elit … – Tribunnews

Komarudin Watubun: Rakyat Butuh Ketauladanan dari Para Elit … – Tribunnews

Komarudin Watubun: Rakyat Butuh Ketauladanan dari Para Elit Politik

kalimat ‘Pancasila adalah benar-benar satu dasar yang dinamis’ menjadi sebuah kekuatan dahsyat

Kamis, 1 Juni 2017 18:08 WIB Komarudin Watubun: Rakyat Butuh Ketauladanan dari Para Elit PolitikistKomarudin Watubun, SH, MH Anggota DPR RI dapil Papua usai menjadi Inspektur Upacara pada acara Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Jayapura, Papua, Kamis (1/6/2017)

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA – “Sudah terbukti bahwa Pancasila yang saya gali dan saya persembahkan kepada rakyat Indonesia, bahwa Pancasila itu adalah benar-benar satu dasar yang dinamis, satu dasar yang benar-benar dapat meghimpun segenap tenaga rakyat Indonesia, satu dasar yang benar-benar dapat memper-satukan rakyat Indonesia itu untuk bukan saja mencetuskan revolusi, tetapi juga menegakkan revolusi ini dengan hasil yang baik.”

*Presiden RI Ir. Soekarno

Kutipan diatas disampaikan kembali oleh Komarudin Watubun, SH, MH Anggota DPR RI dapil Papua saat menjadi Inspektur Upacara pada acara Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Jayapura, Papua, Kamis (1/6/2017). Hadir pada acara tersebut berbagai elemen, termasuk Bupati Puncak, Williem Wandik.

Menurut Bung Komar, panggilan akrab Komarudin Watubun, kalimat ‘Pancasila adalah benar-benar satu dasar yang dinamis’ menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang membuktikan bahwa dasar negara yang diciptakan oleh pendiri bangsa ini terbukti tidak lekang oleh waktu, tidak tergerus oleh zaman.

“Ketika paham liberal yang ‘mengabaikan keadilan’ dan paham komunisme yang ‘mengabaikan ketuhanan’ ditentang, Pancasila telah dirancang oleh pendiri bangsa ini mengadopsi nilai Ketuhanan, Kemanusian, Keadilan, Kemasyaraktan dan persatuan,” ungkap Bung Komar yang pernah salah satu pimpinan DPR Papua selama 10 tahun.

Kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa dalam sila pertama Pancasila diakui bung Komar menjadi jawaban atas perbedaan keyakinan yang dianut oleh penduduk Indonesia.

Sementara Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah hasil penghayatan para pendiri bangsa ini, bahwa setelah kita ber-Tuhan, kita juga harus beradab. Dan Persatuan Indonesia, menujukkan bahwa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan etnis, memerlukan persatuan. Tanpa persatuan tidak mungkin negara ini bisa membangun.

Dijelaskan Bung Komar, karena adanya keberagaman dan perbedaan itu, para pendiri bangsa ini merumuskan bahwa sistemnya harus berasaskan musyawarah dan mufakat.

“Untuk itu, kelompok mayoritas dan minoritas harus bisa menempatkan dirinya secara proporsional. Dengan demikian akan tercapai sebuah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bung Komar mengakui bahwa melihat Pancasila harus menjadi satu kesatuan, keterkaitan antara sila satu dengan sila yang lain sangat erat.

Halaman selanjutnya 12

Editor: Toni Bramantoro Ikuti kami di Mabuk Berat, Gadis Ini Diperlakukan tak Senonoh oleh Temannya! Sumber: Google News

About Redaksi

Check Also

Fadli Zon Anggap MK Dimasuki Kepentingan Politik bila Tak Hapus … – KOMPAS.com

KOMPAS.com Fadli Zon Anggap MK Dimasuki Kepentingan Politik bila Tak Hapus …KOMPAS.comJAKARTA, KOMPAS.com – Wakil …