Home / Politik / Pakar: ISIS Berusaha Manfaatkan Sentimen Politik Identitas – BeritaSatu

Pakar: ISIS Berusaha Manfaatkan Sentimen Politik Identitas – BeritaSatu

Anggota Brimob Polda Metro Jaya masih berjaga di lokasi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis 25 Mei 2017, Bom yang meledak pada Rabu 24 Mei 2017 malam mengakibatkan 15 orang menjadi korban, lima di antaranya meninggal dunia. Pakar: ISIS Berusaha Manfaatkan Sentimen Politik Identitas

Anggota Brimob Polda Metro Jaya masih berjaga di lokasi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis 25 Mei 2017, Bom yang meledak pada Rabu 24 Mei 2017 malam mengakibatkan 15 orang menjadi korban, lima di antaranya meninggal dunia. (SP/Joanito de Saojoao)

Jakarta – Indonesia harus mewaspadai upaya memanfaatkan momentum menguatnya sentimen politik identitas yang dipelintir demi kepentingan dan agenda kelompok teror ISIS dan jejaringnya di Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Muradi‎, Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Bandung.‎ Dia menanggapi aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Muradi, aksi keji bom bunuh diri tersebut memiliki agenda yang kurang lebih sama dengan yang diagendakan di sejumlah titik global. Yakni Manchester, Bangkok, serta aksi okupasi wilayah oleh ISIS di Filipina Selatan.

Baginya, aksi keji tersebut memberikan pesan dan sinyal bahwa pergeseran area dari Timur Tengah ke Eropa dan Asia Tenggara direspon positif oleh jejaring lokal ISIS di wilayah tersebut di atas. Setidaknya hal tersebut menjadi bagian dari sesuatu yang harus segera direspon oleh publik, elite politik dan pemerintah.

"Sentimen politik identitas yang sempat mengharubirukan ruang publik dan elite politik, jika tidak segera disudahi, maka akan berimplikasi negatif bagi eksistensi berbangsa dan bernegara," tegas Muradi, Minggu (28/5). "Hal ini dikarenakan organisasi teror telah memanfaatkan celah itu untuk kepentingan mereka."

Buktinya, lanjut dia, kedua pelaku bom masih merupakan bagian dari jejaring bom Sarinah dan Bom Cicendo Bandung yang masih menjadi bagian dari jaringan Aman Abdurahman dari JAD dan kelompok Khatiba Nusantara, pimpinan Bahrun Naim.

Muradi menilai, publik perlu memastikan bahwa semangat politik identitas yang selama ini menguat harus diarahkan pada hal yang positif. Yakni dengan penegasan pada toleransi, dan bahu membahu menjaga entitas dan identitas keindonesiaan.

Dengan itu, peluang kelompok dan jaringan teroris yang ada menjadi kehilangan momentum dan tidak lagi mendapatkan tempat di bumi Indonesia. Salah satu cara melawan adalah dengan menekankan kepercayaan bahwa pemerintah dan aparat keamanan mampu memberantas radikalisme dan terorisme.

"Sehingga dengan penekanan itu, pemerintah dan aparat keamanan, khususnya Polri akan bertugas dan bertindak tegas dalam menjaga warganya dan menjaga ke-Indonesiaan dari ancaman radikalisme dan terorisme," kata dia.

Markus Junianto Sihaloho/FMB

BeritaSatu.com

Sumber: Google News

About Redaksi

Check Also

OSO: Anggota MPR Harus Mengedepankan Politik Kebangsaan – RMOL.CO (Siaran Pers)

Babel Banten Bengkulu Jabar Jakarta Jateng Jatim Kalbar Kalteng Papua Sumbar Sumsel Sumut RMTV News …