Home / Politik / Peretasan dengan Latar Belakang Politik Diprediksi bakal Meningkat – Detikcom

Peretasan dengan Latar Belakang Politik Diprediksi bakal Meningkat – Detikcom

BERITA TERBARU

  • Nintendo Ingin Pokeland Sesukses Pokemon Go

    Nintendo Ingin Pokeland Sesukses Pokemon Go

    Jumat, 02 Jun 2017 04:01 WIB

  • Sumpah Serapah Steve Jobs untuk Bapak Android

    Sumpah Serapah Steve Jobs untuk Bapak Android

    Jumat, 02 Jun 2017 03:47 WIB

  • Intim dengan Alodia, Cosplayer Seksi yang Bikin Kepincut

    Intim dengan Alodia, Cosplayer Seksi yang Bikin Kepincut

    Rabu, 31 Mei 2017 15:46 WIB

  • Menkominfo: Serangan WannaCry Picu Lahirnya BSSN

    Menkominfo: Serangan WannaCry Picu Lahirnya BSSN

    Jumat, 02 Jun 2017 03:30 WIB

  • Kisah Unik Bos Google Saat Wawancara Calon Karyawan

    Kisah Unik Bos Google Saat Wawancara Calon Karyawan

    Jumat, 02 Jun 2017 03:23 WIB

MOST
POPULAR MOST
COMMENTED

  • 01

    Sumpah Serapah Steve Jobs untuk Bapak Android

  • 02

    Kisah Unik Bos Google Saat Wawancara Calon Karyawan

  • 03

    Nintendo Ingin Pokeland Sesukses Pokemon Go

  • 04

    Menkominfo: Serangan WannaCry Picu Lahirnya BSSN

  • 05

    Mantan Sebar Video Porno Mahasiswi Depok di Medsos

  • 06

    Badan Siber dan Sandi Negara Beroperasi September 2017

  • 07

    Sponsor Resmi Piala Dunia, Bukti Komitmen Vivo di Ranah Global

  • 08

    Bukalapak Menunggu Lamaran Dari Investor Baru

  • 09

    Kenali Persekusi, Gejala Sweeping di Media Sosial

  • 10

    Peretasan dengan Latar Belakang Politik Diprediksi bakal Meningkat

  • SELENGKAPNYA
  • 01

    Kapolda: Firza-Rizieq Mirip Luna-Ariel

  • 02

    Habib Rizieq Tersangka, #KamiTetapBersamaHRS Bergelora

  • 03

    Firza Husein Tanggapi Video Viral Lanjutan di YouTube

  • 04

    Polisi Telusuri Penyebar Chat baladacintarizieq

  • 05

    'Ketimbang Android, Hidup Lebih Mudah Pakai iPhone'

  • 06

    Kenali Persekusi, Gejala Sweeping di Media Sosial

  • 07

    Pria Ini Punya Duit Rp 48 Triliun Berkat Bisnis Drone

  • 08

    Pramugari Cantik Pukau Ratusan Ribu Follower di Instagram

  • 09

    Sah! Indonesia Punya Badan Siber dan Sandi Negara

  • 10

    Xiaomi Mi Max 2 Resmi Dirilis, Harganya?

FOLLOW detikInet Follow Twitter Follow Google Plus Follow Instagram Home / Security / Detail berita Kamis, 01 Jun 2017 17:36 WIB Peretasan dengan Latar Belakang Politik Diprediksi bakal Meningkat Muhammad Alif Goenawan – detikInet Foto: GettyImagesFoto: GettyImages Jakarta – Peretasan sejumlah situs resmi lembaga pemerintahan hingga tingkat kementerian terjadi belakangan ini. Dalam waktu relatif bersamaan situs Kejaksaan dan Dewan Pers mengalami peretasan.
Aksi peretasan yang dilakukan belakangan ini menurut sebagian pengamat dilakukan untuk menyampaikan aspirasi politik. Aksi peretasan dengan latar belakang ini disebut dengan istilah hacktivist.
Sebelum kasus peretasan di Kejaksaan dan Dewan Pers, situs Telkomsel dan situs Pengadilan Negara sudah lebih dulu mengalami hal serupa. Dan menurut pakar keamanan siber Pratama Persadha, peristiwa semacam ini akan terus terjadi dan menjadi sebuah tren.
Chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini menyebut bila masyarakat yang semakin melek internet membuat jalan peretasan dianggap sebagai sesuatu yang efektif untuk menyampaikan pendapat di publik.
Meretas situs pemerintah atau lembaga publik lain akan semakin sering dilakukan. Karena memang tools meretas semakin banyak dan mudah digunakan. Apalagi di saat yang sama kesadaran membangun sistem informasi yang aman di Tanah Air, khususnya pemerintah, masih sangat rendah. Ini menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah," jelas Pratama dalam keterangannya, Kamis (1/6/2017).
Hingga berita ini diturunkan, situs Kejasaan Agusg masih belum bisa diakses. Pratama pun menyebut kemungkinan besar situs yang beralamatkan di www.kejaksaan.go.id ini menggunakan CMS.
Akibatnya kerentanan serangan semakin besar, karena tidak memakai CMS yang dibuat sendiri sehingga relatif lebih aman. Selain itu pada 2016 ojs.kejaksaan.go.id pernah diserang, sehingga besar kemungkinan ada backdoor yang ditinggalkan untuk menyerang dan masuk ke situs Kejaksaan di waktu yang lain.
"Untuk kasus peretasan Kejaksaan sendiri sebenarnya pada bulan Maret 2017 sekelompok hacker sudah mengingatkan. Bahkan mereka berhasil masuk ke dalam sistem lebih dalam dan melihat database Kejaksaan yang berisi daftar tersangka dan kasus. Seharusnya bila sudah diperingatkan, peretasan hari ini bisa saja tidak terjadi," jelas pria asal Cepu Jawa Tengah ini.
Pratama menambahkan peristiwa ini sekali lagi membuktikan bahwa domain .go.id mudah sekali diretas. Karena memang sebenarnya security belum menjadi fokus utama perhatian di lingkungan pemerintah, bahkan dibagian yang berkaitan dengan IT.
Untuk kasus Dewan Pers sendiri sebenarnya peretas pernah memberikan jejak pada link dewanpers.or.id/noob.html dengan tujuan agar admin situs tersebut segera mengetahui dan memperbaiki lubang keamanan. Namun nampaknya karena jejak diberikan tidak pada halaman utama, jadi terlewat dari pantauan.
"Sebaiknya kejaksaan dan dewan pers melakukan forensik terhadap web masing-masing, begitu juga lembaga negara lainnya, agar segera mengetahui kelemahan yang ada. Ini penting untuk menghilangkan backdoor yang sering ditinggalkan oleh peretas. Dalam kasus Kejaksaan dan Dewan Pers ini kemungkinan besar peretas menggunakan backdoor yang ada di web kedua instansi tersebut," jelas Pratama.
Tak ketinggalan, menurut Pratama pemerintah wajib mengantisipasi fenomena ini. Saling retas antar kelompok yang berbeda pandangan di tanah air semakin meningkat.
Tidak hanya situs, saling retas akun media sosial dan e-mail juga terjadi. Bila ini terus didiamkan suatu saat akan meledak menjadi sebuah peristiwa yang merugikan banyak pihak, perbankan misalnya menjadi pihak yang akan sangat diincar untuk diserang karena mempunyai dampak kerusakan yang sangat besar di masyarakat. (mag/mag) Berita Terkait

  • 15 Situs Pemerintahan Diretas Setiap Hari
  • Situs Dewan Pers Sudah Normal, Kejagung Masih Loyo
  • Merantau Demi Koneksi Internet yang Lebih Baik
  • Hacker Korut Diam-diam Bermarkas di Malaysia?
  • Unit 180, Kelompok Hacker Korut yang Ditakuti
  • Hacker Ancam Disney Mau Sebar Film Pirates of the Caribbean
  • Situs Kominfo Tumbang, Ada Apa?
  • WannaCry Mengamuk, Windows XP di Ujung Tanduk

Baca Juga detikNews Penjelasan Mendagri Soal Pemilihan Rektor Lewat Konsultasi Presiden

Penjelasan Mendagri Soal Pemilihan Rektor Lewat Konsultasi Presiden

detikNews Kuatkan Ideologi Pancasila, Mendagri Teken MoU dengan 63 Rektor

Kuatkan Ideologi Pancasila, Mendagri Teken MoU dengan 63 Rektor

detikNews Mendagri Pimpin Upacara Peringatan Hari Pancasila di Kemendagri

Mendagri Pimpin Upacara Peringatan Hari Pancasila di Kemendagri

detikNews Ahli IT: 10-15 Situs Pemerintahan Diretas Setiap Hari

Ahli IT: 10-15 Situs Pemerintahan Diretas Setiap Hari

detikNews Tim Anies-Sandi Laporkan Situs Gerilyapolitik ke Dewan Pers

Tim Anies-Sandi Laporkan Situs Gerilyapolitik ke Dewan Pers

detikNews Komisi I DPR Rapat dengan Menkominfo Bahas Ransomware WannaCry

Komisi I DPR Rapat dengan Menkominfo Bahas Ransomware WannaCry

detikNews Menkominfo Rudiantara Hadiri Diskusi News or Hoax

Menkominfo Rudiantara Hadiri Diskusi 'News or Hoax'

detikNews Pramono Anung dan Bagir Manan Merapat ke KPK

Pramono Anung dan Bagir Manan Merapat ke KPK

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com News Feed

  • Nintendo Ingin Pokeland Sesukses Pokemon Go

    Nintendo Ingin Pokeland Sesukses Pokemon Go

    Jumat, 02 Jun 2017 04:01 WIB Kesuksesan Pokemon Go sepertinya ingin coba diulang kembali oleh Nintendo saat meluncurkan game Pokemon terbaru bertajuk Pokeland.

  • Sumpah Serapah Steve Jobs untuk Bapak Android

    Sumpah Serapah Steve Jobs untuk Bapak Android

    Jumat, 02 Jun 2017 03:47 WIB Andy Rubin, sosok yang melahirkan sistem operasi Android — dan kini baru merilis smartphone Essential, termasuk yang membuat mendiang Steve Jobs naik pitam.

  • photo Intim dengan Alodia, Cosplayer Seksi yang Bikin Kepincut FotoINET

    Intim dengan Alodia, Cosplayer Seksi yang Bikin Kepincut

    Rabu, 31 Mei 2017 15:46 WIB Namanya Alodia Gosiengfiao, cosplayer yang disebut-sebut salah satu yang tercantik di dunia. Intip parasnya yang menawan.

  • Menkominfo: Serangan WannaCry Picu Lahirnya BSSN

    Menkominfo: Serangan WannaCry Picu Lahirnya BSSN

    Jumat, 02 Jun 2017 03:30 WIB Indonesia akhirnya memiliki Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kehadirannya untuk mengantisipasi serangan cyber yang kian masif, seperti WannaCry, misalnya.

  • Kisah Unik Bos Google Saat Wawancara Calon Karyawan

    Kisah Unik Bos Google Saat Wawancara Calon Karyawan

    Jumat, 02 Jun 2017 03:23 WIB Sergey Brin serta Larry Page punya cara unik saat mewawancarai calon karyawan barunya, ketika mereka pertama kali merintis Google.

  • Mantan Sebar Video Porno Mahasiswi Depok di Medsos

    Mantan Sebar Video Porno Mahasiswi Depok di Medsos

    Jumat, 02 Jun 2017 00:20 WIB Video mesum mahasiswi di Depok telah disebar melalui media sosial. Sang penyebar tak lain mantan pacarnya yang sakit hati.

  • Badan Siber dan Sandi Negara Beroperasi September 2017

    Badan Siber dan Sandi Negara Beroperasi September 2017

    Kamis, 01 Jun 2017 22:41 WIB Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menargetkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bisa mulai beroperasi paling lambat September 2017.

  • Bukalapak Menunggu Lamaran Dari Investor Baru

    Bukalapak Menunggu Lamaran Dari Investor Baru

    Kamis, 01 Jun 2017 18:29 WIB Persaingan e-commerce Tanah Air semakin sengit. Sejumlah pemain dalam negeri bahkan ada yang sudah berhasil mendapatkan pendanaan dari asing. Bukalapak?

  • Peretasan dengan Latar Belakang Politik Diprediksi bakal Meningkat

    Peretasan dengan Latar Belakang Politik Diprediksi bakal Meningkat

    Kamis, 01 Jun 2017 17:36 WIB Peretasan di sejumlah situs resmi lembaga pemerintahan disinyalir akan terus meningkat. Aksi peretasan dengan latar belakang politik in disebut hacktivist.

  • Kenali Persekusi, Gejala Sweeping di Media Sosial

    Kenali Persekusi, Gejala Sweeping di Media Sosial

    Kamis, 01 Jun 2017 16:45 WIB Media sosial belakangan sudah masuk ke ranah teror. Mulai timbul gejala sweeping oleh kelompok masyarakat di medsos atau disebut persekusi.

Sumber: Google News

About Redaksi

Check Also

Partai Golkar Siapkan Mesin Politik Jika Ditinggal Setnov – CNN Indonesia

Sumber: Google News Related