Home / Politik / Politik Tanpa Etika di DPD – Kumparan.com (Siaran Pers) (Pendaftaran) (Blog)

Politik Tanpa Etika di DPD – Kumparan.com (Siaran Pers) (Pendaftaran) (Blog)

 Diskusi Polemik Sindotrijaya

Diskusi Polemik Sindotrijaya (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

Polemik perebutan kepemimpinan yang terjadi di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menunjukkan bahwa lembaga itu telah melakukan praktik politik tidak beretika. Seharusnya momen ini digunakan sebagai perbaikan dan penguatan lembaga."Satu hal yang tidak terbiasa dilakukan adalah berpolitik tidak berbasis etika, termasuk konteks DPD. Gonjang-ganjing DPD ini sebagai momen perbaikan termasuk soal dana reses. Fakta di masyarakat belum merasakan kinerja DPD," ujar pengamat politik Makmun Murod Al-Barbasy dalam diskusi Sindotrijaya Network bertema 'DPD untuk Apa?" di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/5). Makmun menilai saat ini dinamika politik di DPD lebih liar dibandingkan DPR. Ke depan, bukan tidak mungkin posisi politik DPD akan semakin seksi karena gejolak yang akan terjadi.

Sidang Paripurna DPD diwarnai interupsi

Sidang Paripurna DPD diwarnai interupsi (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Terkait manuver Oesman Sapta Odang yang yang merebut kepemimpinan DPD, Makmun menilai ia bahkan mendapat durian runtuh dari dinamika yang terjadi."Sebagai lembaga politik, posisi DPD masih lemah. Namun, terkait masalah pergantian, Pak OSO mendapat durian runtuh, mencoba keluar dari polemik kepemimpinan 2,5 tahun," ujarnya. Di kesempatan yang sama, anggota Ombudsman RI Laode Ida menilai figur-figur pemimpin di DPD seharusnya dapat berpolitik dengan etika dan memperjuangkan aspirasi. Sebab, mereka tidak mewakili partai. Idealnya para anggota DPD tidak dititipi kepentingan politik tertentu."Ketika dia terpilih harus punya statement of interest, misalnya berjuang untuk pengembangan lingkungan, kemajuan daerah," ujarnya."Intinya harus memperjuangkan daerahnya tanpa jadi makelar karena ada yang jadi makelar saat itu, mafia anggaran. Ada anggota DPD, saya malu juga," lanjut mantan anggota DPD tersebut.Baca juga:Penambahan Pimpinan DPD Jangan Dilakukan demi Rekonsiliasi PolitikZulkifli Hasan: Pimpinan MPR Jangan Jadi 11, Memang Mau Main Bola?Yusril: Gugatan Pemanduan Sumpah OSO Sebagai Ketua DPD Salah Alamat
Sumber: Google News

About Redaksi

Check Also

OSO: Anggota MPR Harus Mengedepankan Politik Kebangsaan – RMOL.CO (Siaran Pers)

Babel Banten Bengkulu Jabar Jakarta Jateng Jatim Kalbar Kalteng Papua Sumbar Sumsel Sumut RMTV News …