Home / Politik / Wakil Kanselir Jerman Ajak Eropa Perangi Politik “Jangka Pendek … – Deutsche Welle

Wakil Kanselir Jerman Ajak Eropa Perangi Politik “Jangka Pendek … – Deutsche Welle

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Suche
  5. Choose from 30 Languages
  • Albanian Shqip
  • Amharic አማርኛ
  • Arabic العربية
  • Bengali বাংলা
  • Bosnian B/H/S
  • Bulgarian Български
  • Chinese (Simplified) 简
  • Chinese (Traditional) 繁
  • Croatian Hrvatski
  • Dari دری
  • English English
  • French Français
  • German Deutsch
  • Greek Ελληνικά
  • Hausa Hausa
  • Hindi हिन्दी
  • Indonesian Bahasa Indonesia
  • Kiswahili Kiswahili
  • Macedonian Македонски
  • Pashto پښتو
  • Persian فارسی
  • Polish Polski
  • Portuguese Português para África
  • Portuguese Português do Brasil
  • Romanian Română
  • Russian Русский
  • Serbian Српски/Srpski
  • Spanish Español
  • Turkish Türkçe
  • Ukrainian Українська
  • Urdu اردو

Wrong language? Change it here DW.COM has chosen Bahasa Indonesia as your language setting.

Dunia

Wakil Kanselir Jerman Ajak Eropa Perangi Politik "Jangka Pendek" Amerika

Jerman melancarkan serangan verbal terhadap Presiden AS Donald Trump terkait sikapnya perihal perubahan iklim, keamanan dan pengungsi. Politik Trump dinilai mengancam keamanan di Eropa.

Jordanien Außenminister Gabriel in Amman (picture-alliance/dpa/B. von Jutrczenka)

Jerman melancarkan serangkaian serangan verbal terhadap Presiden AS Donald Trump, menyusul kebijakan "jangka pendeknya" yang "memperlemah koalisi barat" dan mencederai kepentingan Eropa. "Siapa yang tidak memerangi politik semacam ini, maka ia ikut bertanggungjawab."

Ujaran tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri yang sekaligus juga menjabat Wakil Kanselir Jerman, Sigmar Gabriel, Senin (29/5) setelah lawatan Trump ke Arab Saudi, Israel, Belgia dan Italia pekan lalu. Gabriel bereaksi atas kritik kaum konservatif AS terhadap pernyataan Kanselir Jerman, Angela Merkel bahwa Eropa "tidak lagi bisa mengandalkan" aliansi lama, yakni Amerika Serikat dan Inggris.

"Saya mengalaminya sejak beberapa hari terakhir," ujar Merkel merujuk pada KTT G7 di Italia yang gagal menelurkan pernyataan dukungan pada konvensi untuk mengerem dampak perubahan iklim dan nasib pengungsi lantaran blokade Amerika Serikat.

Eropa dipaksa untuk hadapi risiko besar

Gabriel mengatakan "setiap orang yang mempercepat perubahan iklim dengan memperlemah aksi perlindungan lingkungan, yang menjual senjata di kawasan konflik dan tidak berniat menyudahi konflik keagamaan, berarti menempatkan Eropa dalam risiko besar."

Trump sebelumnya menyepakati penjualan senjata terbesar dalam sejarah AS dengan nilai 110 miliar Dollar AS saat melawat ke Arab Saudi. Paket perdagangan tersebut mencakup kapal perang, tank dan sistem pertahanan berbasis peluru kendali.

  • Saudi Arabien König Salman Porträt (Getty Images/AFP/S.Loeb)

    Bayang-bayang Gelap Raja Salman

    Bantuan Sipil Menuai Teror

    Sebelum berkuasa, Salman ibn Abd al-Aziz Al Saud, sering dipercaya mengelola dana sumbangan Arab Saudi. Namun berulangkali aliran dana dari Riyadh mendarat di kantung kelompok teror seperti Al-Qaida. Salman mengaku bertindak dengan tulus dan bersikeras "bukan tanggungjawab kerajaaan, jika pihak lain menyalahgunakan dana donasi Arab Saudi buat terorisme."

  • Afghanistan Jahrestag Saur-Revolution Einzug Sowjetische Truppen (picture-alliance/dpa)

    Bayang-bayang Gelap Raja Salman

    Menghadang Soviet di Hindukush

    Tudingan terhadap Salman pertamakali dilayangkan oleh bekas perwira Dinas Rahasia AS CIA, Bruce Riedel. Dia yang kini juga penasehat pemerintah buat urusan Timur Tengah mengklaim Salman ikut mengumpulkan dana untuk Mujahiddin Afghanistan saat invasi Uni Sovyet di dekade 1980an. Selain itu ia juga menyuplai dana buat mempersenjatai kelompok muslim dalam perang Kosovo.

  • Mudschahedin in den Bergen von Afghanistan 1985 (picture-alliance/dpa)

    Bayang-bayang Gelap Raja Salman

    Duit buat Mujahiddin

    Persinggungan Salman dengan terorisme berawal dari perintah Raja Khalid mengumpulkan donasi untuk Mujahidin Afghanistan. Menurut Riedel, sumbangan pribadi dari kerajaan untuk kelompok perlawanan di Afghanistan mencapai 25 juta Dollar AS per bulan. Pengamat Timur Tengah AS, Rachel Bronson, pernah menulis Salman membantu merekrut gerilayawan buat kelompok Abdul Rasul Sayyaf, mentor Osama bin Laden

  • Bosnien Sarajewo Krieg (picture-alliance/dpa/Barukcic)

    Bayang-bayang Gelap Raja Salman

    Simpati buat Bosnia

    Tahun 1992 Salman diangkat oleh Raja Fahd untuk mengepalai lembaga bantuan Saudi High Commission for Relief for Bosnia and Herzegovina (SHC). Melalui lembaga tersebut ia mengumpulkan donasi untuk membantu warga muslim Bosnia, hingga ditutup tahun 2011. Pada 2001 SHC telah mengumpulkan dana kemanusiaan senilai 600 juta Dollar AS. Namun sebagian ditengarai disalahgunakan buat persenjataan.

  • Serbien Belgrad NATO Luftangriffe (picture alliance/ZB/B. Pedersen)

    Bayang-bayang Gelap Raja Salman

    Razia Sarajevo

    Pada 2001 NATO mencurigai adanya aliran dana Saudi yang digunakan buat membeli senjata dan merazia kantor cabang SHC di Sarajevo. Di sana mereka menemukan berbagai dokumen teror, termasuk foto sebelum dan sesudah serangan Al-Qaida, instruksi buat memalsukan lencana Kementerian Luar Negeri AS dan peta gedung-gedung pemerintahan di Washington.

  • Krieg erzählen (Ausstellung) (Sebastian Bolesch)

    Bayang-bayang Gelap Raja Salman

    Donasi Kompori Perang

    Razia Sarajevo merupakan bukti pertama aktivitas gelap SHC di luar bantuan kemanusiaan. Antara 1992 dan 1995, Uni Eropa melacak jejak donasi dari akun pribadi Salman senilai 120 juta dari SHC ke organisasi bantuan bernama Third World Relief Agency (TWRA). Data CIA menyebut TWRA menghabiskan sebagian besar dana sumbangan untuk mempersenjatai gerilayawan dalam perang di Balkan.

  • Zacarias Moussaoui im Gericht, Illustration (AP)

    Bayang-bayang Gelap Raja Salman

    Kesaksian Sang Pembelot

    2015 silam, Zacarias Moussaoui, pembelot Al-Qaida memberi kesaksian di PBB yang menyebut SHC dan TWRA merupakan sumber dana terbesar buat Al-Qaida di Bosnia, termasuk untuk membiayai pembentukan sayap militer berkekuatan 107 orang. Menurutnya SHC "membiayai dan menyokong operasi Al-Qaida di Bosnia."

  • Somalien Rebellen Black Hawk Down (John Moore/Getty Images)

    Bayang-bayang Gelap Raja Salman

    Hingga ke Somalia

    Sebab itu Amerika Serikat memasukkan SHC dalam daftar hitam terorisme. Dinas Rahasia Pertahanan (DIA) juga pernah menuding SHC mengirimkan senjata kepada Mohamed Farrah Aidid, gembong teror Somalia yang dikenal lewat film Black Hawk Down. Padahal saat itu Somalia mengalami embargo senjata PBB sejak Januari 1992.

  • Saudi-Arabien Beerdigung von König Abdullah Salman ibn Abd al-Aziz trauert (Reuters/Saudi Press Agency)

    Bayang-bayang Gelap Raja Salman

    Bumerang Teror

    Aktivitas kemanusiaan Salman yang secara tidak langsung menghidupi Al-Qaida justru menjadi bumerang. Pada 2003 Arab Saudi mengalami gelombang terorisme oleh bekas gerilayawan yang pulang dari medan Jihad. Saat itu Salman mengumumkan di media bahwa para bekas Mujahiddin itu "didukung oleh ekstrimis Zionisme yang bertujuan menghancurkan Islam." (Sumber: Foreign Policy, NYTimes, Guardian, JPost)

"Kebijakan pemerintah AS yang berjangka pendek bertentangan dengan kepentingan Uni Eropa," kata Gabriel, sembari menambahkan "koalisi barat kini semakin kecil, atau setidaknya semakin lemah." Menurut dia, Amerika Serikat "tidak lagi bisa dianggap negara penting."

"Eropa harus berjuang untuk perlindungan iklim, mencegah perdagangan senjata dan memerangi fanatisme agama. Jika tidak Timur Tengah dan Afrika akan semakin tidak stabil," imbuhnya.

Trump meninggalkan kesan tak sedap kepada Jerman saat berkunjung ke Eropa. Ia dikabarkan menyebut "kebijakan perdagangan Jerman sangat buruk," dan mengritik sikap Berlin yang enggan meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 2% seperti yang disyaratkan untuk semua anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara-NATO.

Merkel sebaliknya berdalih, bantuan kemanusiaan yang dikucurkan untuk menjaga stabilitas di negara-negara rawan konflik juga termasuk bagian dari doktrin pertahanan NATO.

  • USA 3. US-Präsident - Thomas Jefferson (picture-alliance/Prisma Archivo)

    Daftar Skandal Presiden AS

    Thomas Jefferson (1801-1809)

    Adalah Sally Hemings, budak berdarah campuran, yang menjadi noktah hitam dalam karir panjang presiden ketiga Amerika Serikat, Thomas Jefferson. Sang presiden ditengarai melakukan hubungan seksual dengan budak miliknya sendiri yang melahirkan enam orang anak. Hasil uji DNA 200 tahun kemudian memastikan hubungan darah antara Jefferson dan salah seorang anak Hemings.

  • USA Warren G. Harding mit Ehefrau (picture-alliance/akg-images)

    Daftar Skandal Presiden AS

    Warren G. Harding (1921-1923)

    Dua hal yang dikenang dari Warren G. Harding, yakni reputasinya sebagai presiden Amerika Serikat terburuk sepanjang massa dan rangkaian skandalnya dengan sejumlah perempuan. Selama kekuasaannya yang singkat ia tergolong rajin membuat skandal seks. Balada cintanya yang paling tersohor adalah hubungan mesranya dengan Carrie Fulton Phillips yang digaji 5.000 Dollar AS per bulan agar tutup mulut.

  • Nixon macht Victoryzeichen nach Rücktritt 1974 (picture-alliance/dpa)

    Daftar Skandal Presiden AS

    Richard Nixon (1969-1974)

    Nixon bukan sosok yang dikenang baik dalam sejarah AS. Reputasinya ambruk lantaran terbukti ikut mengagas pencurian informasi dari kantor pusat Partai Demokrat yang dikenal sebagai skandal Watergate. Setelah terungkap ke publik, Nixon bahkan sempat berusaha menghalangi proses penyelidikan dengan memecat penyidik khusus yang ditugaskan mengungkap skandal tersebut. Ia akhirnya mengundurkan diri.

  • Königin Elisabeth II. Ronald Reagan Reiten (public domain)

    Daftar Skandal Presiden AS

    Ronald Reagan (1981-1989)

    Reagan adalah panutan buat kader dan simpatisan Partai Republik. Masa kepresidenanya dikenal lewat sikap keras Gedung Putih terhadap Uni Sovyet. Namun begitu ia sempat terkena skandal ketika membiarkan kelompok pemberontak Nikaragua sokongan CIA, Contra, membiayai perjuangan lewat penyelundupan narkoba. Namun Reagan tidak tersentuh oleh skandal tersebut.

  • USA Monica Lewinsky und Bill Clinton (Getty Images/Hulton Archive)

    Daftar Skandal Presiden AS

    Bill Clinton (1993-2001)

    Kendati terbukti melakukan hubungan intim dengan pegawai magang Gedung Putih, Monica Lewinsky, bekas Presiden Bill Clinton masih menikmati popularitas yang tinggi hingga kini. Terutama reaksi isterinya, Hillary Clinton, yang menyatakan dukungan kepada suaminya di depan umum, turut menyelamatkan karir sang presiden. Kasus Lewinsky adalah skandal seks terakhir di Gedung Putih.

  • New York City Trump erste PK als designierter Präsident (Ausschnitt) (Getty Images/AFP/T. A. Clary)

    Daftar Skandal Presiden AS

    Donald Trump (2017)

    Lusinan skandal yang ia cetak tidak mampu menghalangi usaha Donald Trump merebut Gedung Putih dari Partai Demokrat. Namun sejak berkuasa, Trump dirundung lusinan kasus yang menghantui masa pemerintahannya yang baru seumur jagung. Belum setengah tahun berkuasa, Trump sudah terancam dimakzulkan lantaran kedekatannya dengan Rusia.

rzn/yf (afp,rtr,dpa)

Laporan Pilihan

Merkel: Eropa Tak Lagi Bisa Andalkan Inggris dan AS

Kanselir Jerman Angela Merkel menyebutkan Eropa tak lagi bisa mengandalkan Amerika Serikat dan Inggris. Pernyataan itu disampaikan pasca pertemuan NATO dan G7. (29.05.2017)

Berbeda Pendapat, Paus Bertemu Trump

Donald Trump dan Paus Fransiskus sudah pernah konflik pendapat dalam beberapa isu. Tapi keduanya tampak tersenyum ketika keluar dari ruang pertemuan. (24.05.2017)

Trump di Israel Dihadang Dua Janji

Presiden AS Donald Trump dalam kunjungannya di Israel ditagih janji solusi konflik Israel-Palestina serta rencana pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem. Juga skandal pembocoran informasi dinas rahasia membayanginya. (22.05.2017)

Trump Klaim Dirinya Korban Investigasi Rusia

Presiden AS Donald Trump mengecam penyidikan khusus terhadap pemerintahannya terkait dugaan campur tangan Rusia selama pemilu kepresidenan 2016. Menurutnya langkah tersebut serupa "perburuan penyihir" di abad pertengahan (18.05.2017)

Trump Rangkul Pimpinan Asia Terkait Konflik Korut

Presiden AS Trump menelpon mitranya di Asia, untuk diskusikan ancaman dari konflik Korea Utara. Trump juga undang presiden Filipina Duterte berkunjung ke Gedung Putih. (01.05.2017)

Daftar Skandal Presiden AS

Donald Trump kelimpungan digoyang skandal Rusia. Namun gonjang-ganjing seputar campur tangan Moskow bukan skandal terbesar yang pernah dicatat seorang presiden AS. Berikut daftarnya. (19.05.2017)

Bayang-bayang Gelap Raja Salman

Kunjungan Raja Salman di Indonesia ikut menebar pesona monarki Arab Saudi. Namun kenapa masa lalu penguasa berusia senja itu dikaitkan dengan geliat terorisme di Afghanistan dan Bosnia? Inilah kisahnya. (01.03.2017)

  • Tanggal 30.05.2017
  • Tema Merkel, Angela
  • Kata Kunci Jerman, Angela Merkel, Sigmar Gabriel, Donald Trump, Uni Eropa, Arab Saudi, Inggris, Konflik, Timur Tengah, Afrika, Pengungsi
  • Bagi artikel Kirim Twitter google+
  • Feedback: Kirim Feedback
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink http://p.dw.com/p/2dnrG

Konten terkait

USA Donald Trump

Trump Ultimatum Jerman Soal NATO 30.05.2017

Perang kata-kata antara Jerman dan Amerika Serikat kian panas setelah Presiden Donald Trump membalas kritik Wakil Kanselir Sigmar Gabriel dengan mengultimatum Jerman soal defisit perdagangan dan anggaran pertahanan

USA Merkel und Trump suchen nach gemeinsamer Arbeitsebene

Trump Grogi Hadapi Merkel 20.03.2017

Donald Trump tampak grogi dan tidak bersedia berjabat tangan saaat pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Ini tersebar luas di sosial media. Bagaimana kunjungan Merkel dikomentari pers internasional?

Frankreich Wahlplakate Macron und Le Pen 2. Runde

Macron atau Le Pen, Keduanya Bisa Bebani Jerman 05.05.2017

Bagi Jerman, pemilu yang menentukan di Perancis akhir pekan ini juga ada efeknya. Kalau Marine Le Pen menang, ibaratnya bencana bagi Berlin. Tapi Emmanuel Macron juga bisa jadi mitra tak sedap bagi Jerman.

  • Tanggal 30.05.2017
  • Tema Merkel, Angela
  • Kata Kunci Jerman, Angela Merkel, Sigmar Gabriel, Donald Trump, Uni Eropa, Arab Saudi, Inggris, Konflik, Timur Tengah, Afrika, Pengungsi
  • Bagi artikel Kirim Twitter google+
  • Kirim Feedback
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink http://p.dw.com/p/2dnrG

Sumber: Google News

About Redaksi

Check Also

Fadli Zon Anggap MK Dimasuki Kepentingan Politik bila Tak Hapus … – KOMPAS.com

KOMPAS.com Fadli Zon Anggap MK Dimasuki Kepentingan Politik bila Tak Hapus …KOMPAS.comJAKARTA, KOMPAS.com – Wakil …