Home / Olahraga / Wapres Minta Fleksibilitas Pencairan Dana Persiapan Asian Games – BeritaSatu

Wapres Minta Fleksibilitas Pencairan Dana Persiapan Asian Games – BeritaSatu

Imam Nahrawi, Jusuf Kalla, dan Erick Thohir saat rapat persiapan Asian Games 2018. Wapres Minta Fleksibilitas Pencairan Dana Persiapan Asian Games

Imam Nahrawi, Jusuf Kalla, dan Erick Thohir saat rapat persiapan Asian Games 2018. (Antara)

Jakarta – Menyisakan 14 bulan waktu persiapan jelang pelaksanaan Asian Games XVIII, yang baru terlihat hanyalah sejumlah persiapan fisik, seperti renovasi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) hingga pembangunan Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ditemui usai rapat mengenai prestasi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan guna mencapai sukses penyelenggaraan dan prestasi, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) selaku Ketua Tim Pengarah Kepanitiaan Asian Games memerintahkan agar masalah pencairan dana dipermudah.

"Terkait dengan persoalan dana pun, bapak Wapres memerintahkan bahwa harus dilakukan fleksibilitas terhadap dana. Karena selama ini, prinsip kehati-hatian di Kempora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) betul-betul kami lakukan. Prinsip kehati-hatian itu, ya tetapi bapak Wapres minta harus ada fleksibilitas. Aturan berikutnya harus semuanya atas sepersetujuan bapak Wapres," kata Imam sebelum meninggalkan kantor Wapres, Jakarta, Jumat (2/6).

Untuk itu, Imam mengaku semua pengajuan anggaran ke depannya, terutama guna persiapan atlet akan dimintakan persetujuan kepada Wapres JK selaku Ketua Tim Pengarah.

Sedangkan khusus mengenai pencapaian prestasi, JK meminta agar Kempora bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

"Bapak Wapres selaku Ketua Dewan Pengarah betul-betul konsen terhadap capaian sukses prestasi selain sukses penyelanggaraan. Sukses prestasi ini betul-betul dijelaskan dari apa sesungguhnya kendala baik itu platnasnya, pembinaannya, pendanaannya sampai kemudian bagaimana beberapa event itu menjadi tahapan. Memerintahkan Kempora, Satlak Prima, kemdudian KOI, KONI dan tentu seluruh pimpinan menyiapkan diri dari sekarang. Sehingga apa pun bisa dicarikan jalan keluar termasuk soal-soal dana," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Asian Games telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tetapi, ternyata tidak membuat pencairan anggaran guna sukses penyelenggaraan Asian Games menjadi mudah.

Belum lama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pencairan dana pelaksanaan Asian Games ke-18 hanya dapat dilakukan jika Inasgoc membentuk Badan Layanan Umum (BLU).

Menurutnya, keberadaan BLU ini sangat penting sebab anggaran penyelenggaraan tidak hanya diambil dari kantong negara melainkan juga melibatkan pihak swasta.

"Kebutuhan Asian Games, baik yang dialokasikan di Kemenpora maupun Inasgoc akan diupayakan terpenuhi sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Minggu lalu saya sudah cek ke Pak Erick (Ketua Komite Olimpiade indonesia) tidak hanya dari sisi anggaran tapi terpenting Inasgoc membentuk BLU," katanya di sela-sela kunjungan ke Stadion Menembak, Jakabaring, Palembang, Rabu (24/5) seperti dikutip dari Antara.

Untuk diketahui, tahun 2017, pemerintah mengganggarkan sebesar Rp 1 triliun untuk penyelenggaraan Asian Games. Dengan perincian, Rp 500 miliar berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kempora dan Rp 500 miliar berasal dari Kementerian Keuangan.

Suara Pembaruan

Novi Setuningsih/CAH

Suara Pembaruan

Sumber: Google News

About Redaksi

Check Also

Indonesia Ukir Prestasi Kejuaraan Dunia Olahraga Paralayang – nusantaranews.co (Siaran Pers)

Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC)/Foto via suluk/Nusantaranews NUSANTARA.CO – Kabar menggembirakan publik tanah air datang …